Mushalla As Salaam

Survey Jamaah
Mushalla

Mushalla As Salaam

dipersiapkan untuk rapat seluruh jamaah

Funnel Kehadiran Rapat

Catatan tentang Rapat

Secara metode riset kualitatif, FGD dengan 11 orang sudah cukup untuk menangkap concern dan aspirasi jamaah secara mendalam.
Oleh karena itu, keputusan yang dihasilkan dari rapat tersebut layak untuk ditindaklanjuti.
Namun demikian, temuan ini tidak akan saya gunakan sebagai pembenaran atas keputusan kolektif yang telah diambil — itu adalah urusan dan tanggung jawab bersama.

Yang memicu survey ini…

“Rapat yang diadakan tidak mewakili jamaah secara keseluruhan”

“Jamaah yang mana?”

Tabayyun

Tabayyun adalah prinsip Islam untuk memverifikasi dan mencari kejelasan sebelum bertindak atas suatu informasi, berita, atau keputusan.
Survey ini adalah wujud tabayyun — bukan pembelaan diri, melainkan ikhtiar mencari kebenaran dan kejelasan bersama.

“Jauhilah prasangka, karena sesungguhnya prasangka itu adalah ucapan yang paling dusta.”

— HR. Bukhari (no. 5143) & Muslim (no. 2563), dari Abu Hurairah RA

Kuesioner: 3 Pertanyaan

1

Opsi Imam

Pilihan model imam — sepenuhnya eksternal, sepenuhnya dari warga, atau kombinasi berdasarkan hari.

Single choice · 4 opsi

2

Kesediaan Menjadi Imam

Apakah responden bersedia menjadi imam jika ditunjuk atau diminta oleh jamaah?

Single choice · Ya / Tidak

3

Waktu Rapat

Kapan responden dapat hadir rapat — Sabtu Ba’da Isya atau Ahad Ba’da Subuh?

Multiple choice

Berapa Sampel yang Cukup?

Cara 1 — Aturan Praktis

Ambil minimal 30 orang. Sederhana, cocok untuk populasi yang tidak terdefinisi ketat.

Cara 2 — 50% + 1

67 ÷ 2 + 1 = 35 orang. Mirip prinsip voting, paling aman untuk populasi kecil.

Cara 3 — Formula Slovin

n = N ÷ (1 + N · e²) = 41 orang. Kontrol margin of error e = 10%.

Cara 4 — Formula Cochran

Paling komprehensif, memperhitungkan confidence level & proporsi = 58 orang.

“Apakah 45 orang responden ini
sudah cukup mewakili jamaah?”

45
dari 67 jamaah
menjawab survey
±5,52%
Margin of Error
(Confidence Level 80%)
Valid
Sudah representatif
untuk ditarik kesimpulan

Hasil Pertanyaan 1 — Opsi Imam

Q1 Opsi Imam

Hasil Pertanyaan 2 — Bersedia Menjadi Imam?

Q2 Bersedia

Jadi apa keputusannya
jamaah sekalian?

Jangan diputuskan dulu,
saya belum selesai

Siapa Saja yang Berkenan Menjadi Imam?

13 orang menyatakan bersedia menjadi imam
↓  verifikasi
5
Teruji
Hadir saat rapat pembubaran panitia qurban
2
Teruji
Aktif rutin & sudah sering menjadi imam
2
Husnudzon
Domisili tidak tetap, bersedia saat berada di komplek
4
Belum Pasti
Tidak dikenal penulis, belum dapat diverifikasi
7 + 2 orang yang cukup reliabel
7 sudah teruji secara langsung  ·  2 dengan penuh husnudzon

Cross-tab: Opsi Imam × Kesediaan Menjadi Imam

Sebelum Filter — 45 Responden (13 bersedia)
Setelah Filter — 39 Responden (7 bersedia)

HK = Hari Kerja  |  AP = Akhir Pekan  |  Eks = Imam Eksternal  |  Warga = Warga Komplek

Pesan untuk Para Imam

Hadits Shahih

Urutan Prioritas Siapa yang Layak Menjadi Imam

“Yang mengimami suatu kaum adalah yang paling fasih membaca Al-Quran di antara mereka. Jika dalam bacaan sama, maka yang paling mengetahui sunnah. Jika dalam sunnah sama, maka yang paling dahulu berhijrah. Jika dalam hijrah sama, maka yang paling tua usianya dalam Islam.”

— HR. Muslim (no. 673), dari Abu Mas’ud Al-Anshari RA

Urutan prioritas

1

Paling fasih membaca Al-Quran

2

Paling mengetahui sunnah

3

Paling dahulu berhijrah

4

Paling tua usianya dalam Islam

Maka jika ada yang berkenan maju, silakan — ini adalah amanah, bukan beban.

“Jamaah yang mana?”

Dua Kelompok Jamaah yang Berbeda

Jamaah Rutin

yang sering hadir ke mushalla

Sekitar 20 orang dari 45 responden yang dikategorikan sering ke mushalla.
Pola yang terlihat: “lu lagi, lu lagi” — orang yang sama yang berulang kali hadir.
Jika hanya kelompok ini yang dihitung, hasil analisa bisa berubah signifikan.
vs

Jamaah Overall

semua warga yang terdaftar di grup

Seluruh 45 responden diterima tanpa filter, termasuk yang jarang hadir atau shalat di tempat lain.
Menerima fakta apa adanya dari hasil survey tanpa eliminasi data.
Pertanyaannya: apakah survey ini sudah menyasar jamaah yang tepat?

Pilihan target jamaah menentukan kesimpulan yang berbeda — itulah inti pertanyaan “jamaah yang mana?”

Target Jamaah — Siapa yang Sebenarnya Dimaksud?

Target Jamaah

tapi tunggu dulu…

Plot Twist

Ustadz Maulana

Ustadz Maulana

“Siapa sih
jamaah ini?”

Ketika kita berbicara tentang “jamaah”, kita semua punya gambaran yang berbeda-beda tentang siapa yang dimaksud.

Uji Proporsi — Nyata atau Kebetulan?

Analoginya begini…

Pilkada RT: siapa yang menang?

24

suara Pak A

53%

vs

21

suara Pak B

47%

Selisih hanya 3 suara dari 45 pemilih. Pertanyaannya: apakah Pak A benar-benar lebih dipilih, atau bedanya cuma kebetulan?

uji proporsi

p-value > 0,05

Perbedaan tidak signifikan. Bisa jadi hanya kebetulan — kalau pilkadanya diulang, hasilnya bisa beda.

p-value < 0,05

Perbedaan nyata secara statistik. Bukan kebetulan — ada pemenang yang sesungguhnya.

Dalam survey ini: semua pasangan opsi imam memiliki p-value > 0,05 — artinya tidak ada satu pun opsi yang benar-benar menang secara statistik.

Uji Proporsi Berpasangan Antar Opsi

Uji Proporsi

Temuan Utama

Tidak ada satu opsi pun yang secara statistik lebih unggul dari opsi lainnya berdasarkan data 45 responden.
Dari 13 yang menyatakan bersedia menjadi imam, hanya 7 + 2 orang yang cukup reliabel untuk dimintai tolong.
Keputusan terbaik memerlukan pertimbangan di luar angka — nilai, kemaslahatan bersama, dan semangat kebersamaan jamaah.

Narasi yang Bisa Dibuat

Jika opsi mixed & imam tetap eksternal digabung sebagai “ada unsur eksternal

Original — 5 Opsi (45 Responden)

Setelah Digabung — 3 Kategori

Ada Unsur Eksternal = 32 orang 71.1%

“Saya bisa membuat narasi analisa seperti ini.”

Duduk Bareng

Data bicara jujur

Secara statistik, tidak ada satu opsi pun yang lebih tinggi dari opsi lainnya berdasarkan data 45 responden. Angka tidak memihak siapa pun.

Mari berhusnudzon

Setiap anggota jamaah memiliki niat baik untuk mushalla kita. Awali diskusi dengan prasangka yang baik satu sama lain.

Tahan Diri

Kiblat kita sama, Al Fatihah kita sama, Rukun Shalat kita juga sama.

Utamakan kesantunan

Sampaikan pendapat dengan cara yang baik. Kita semua satu jamaah, satu mushalla, satu tujuan.

Renungan bersama

“Untuk apa
mushalla didirikan?”

1 / 19